REUNI KELUARGA YANG SERU DAN MELELAHKAN


Memang susah menjadi salah satu anak laki - laki tertua dalam keluarga besar, "auuhhhh" tanggung jawabnya banyak banget. Ceritanya gini, Ketika itu keluarga kami melakukan reuni 2 tahunan, jadi tiap 2 tahun kami semua yang tersebar di segala penjuru Indonesia berkumpul di rumah salah satu keluarga yang sudah ditunjuk pada reuni sebelumnya, jadi rolling gitu tempat reuninya. Aku senang menunggu saat itu, jauh - jauh hari mejelang waktu untuk berkumpul aku sudah mempersiapkan segala hal, misalnya seperti waktu, tiket dan lain - lain. Saat itu aku di Yogyakarta dan tempat reunian di Balikpapan dan Samarinda, Kalimantan Timur, jadi aku harus terbang kesana, kemudian terbanglah aku kesana "Jederrrr..!!".

Akhirnya sampai juga disana dan bertemu keluarga, otomatis senang doung "hahahhah", bertegur sapa dan bercanda gurau kemudian kegiatan demi kegiatan kami lalui bersama. Reuni keluarga ini biasanya dilaksanakan sehabis tgl 25 Desember dan menyambut tahun baru. Reuni diisi oleh kegiatan - kegiatan ringan dan santai, misalnya ibadah bersama, mengunjungi sanak - saudara lain yang ada dikota tersebut, rekreasi dan sebagainya.

Pada reuni kali itu, aku adalah anak laki - laki tertua, sebenarnya ada satu lagi sih yang lebih tua dari aku, namanya Martin 'gundul' Simatupang, tapi saat reuni itu dia berhalangan untuk datang karena sedang konsentrasi study di Taoyüan, Taiwan. Pada dasarnya walaupun aku sendiri sebagai anak laki - laki tertua saat itu, bukan menjadi masalah yang besar, yang jadi masalah adalah ketika banyak sekali tanggung jawab yang saat itu harus melibatkan aku "astagaaa...men".

Saat semua ibu - ibu pergi jalan - jalan entah kemana, Bapa - bapak asik ngumpul sambil ngbrol, nah..anak - anak mereka yang kecil - kecil tidak dibiarkan ikut bersama mereka, akulah yang dipercayakan untuk menjaga mereka, bisa kebayang gak gimana menjaga anak kecil, gak gamang men, mereka akan berkelakuan semaunya sendiri "hahahha". Saat rekreasi ke sebuah tempat wisata, yang seharus nya aku juga bisa santai menikmati keindahan alam, masih saja harus disibukkan untuk mengurusi persiapan makanan, menata tempat beristirahat, menjaga anak - anak kecil itu lagi agar tidak melakukan hal - hal yang berbahaya, padahal mereka sebegitu liar seperti kawanan kera yang berlompatan kesana dan kemari, bisa kebayangkan? dan satu lagi aku masih harus menjadi photogpher pula "hahahha" dan alhasil selama berada ditempat pariwisata itu aku sibuk dengan banyak sekali kegiatan tanpa bisa menikmati suasana. Sedangkan para orang tua, "woww.." asik jalan - jalan, saudara - saudara perempuan asik nongkrong dan santai sana - sini, sedangkan aku? "ah..sudahlah".

Yah kira - kira begitulah, dikala waktu luang tentu aku gunakan juga untuk bersantai, "hahahha" jadi sebenarnya tidak melulu sbuk juga sih, pokoknya judulnya kalo ada yang namanya reuni keluarga dan sendiri menjadi anak laki - laki tertua dalam keluarga besar, yah siap - siap saja untuk bekerja ekstra keras sambil menikmati suasana kehangatan reuni keluarga, "hahahhaha". tapi jujur saja, walaupun begitu, aku sungguh merindukan saat untuk menikmati lagi reuni - reuni selanjutnya. Selamat mencoba.
Read more

SEJENAK MENGUNJUGI KOTA TUA JAKARTA


Beberapa kali ke Jakarta namun belum kesampean ke Kota Tua, akhirnya pada kesempatan kali itu kesampean juga ke Kota Tua Jakarta, walaupun hanya sejenak gak nyampe se'jam lumayanlah hahahha "Thanks Mas Io' Prioutomo'" hahahha. Sampai diKota Tua Jakarta saya melihat banyak sekali bangunan tua, "namanya juga Kota Tua, hahah". Aku sampai heran dan bertanya - tanya dalam hati hahahha, dulunya bangunan - bangunan disini dugunakan untuk apa saja yah? Maklum saat itu kami hanya berdua dan sedang tidak bersama pakar sejarah, jadi ga bisa dapat informasi banyak tentang tempat ini, hahhaha.

Disana aku tidak melewatkan kesempatan untuk memotret segala hal yang bagiku menarik. Kamera pinjaman dari Bernard Samalona sahabat di Yogyakarta terus aku gunakan untuk merekam gambar suasana sekeliling dan beberapa arsitektur bangunan yang ada, tidak ketinggalan kami juga saling foto "yahh..lumayan buat kenang - kenangan ". Hal yang aku lihat disana selain banyak bangunan tua, tempat itu juga kita bisa melihat banyak sepeda onthel yang di parkir rapi, sepeda - sepeda itu disewakan untuk jalan - jalan mengelilingi Kota Tua, sekedar melihat - lihat ketempat - tempat lain.

Sungguh menarik sekali menghabiskan sore ditempat itu, apalagi kebetulan sore itu cuaca sangat cerah. Saat berada disana hayalanku seperti sejenak diajak jalan - jalan kemasa lalu, dimana banyak menir - menir dan nyonya - nyonya menir Belanda yang berlalu lalang dengan kesibkannya masing - masing, ada juga orang pribumi yang menjajakan dagangan, hahhahah, sungguh terasa seru sekali pengalaman sejenak mengunjungi Kota Tua Jakarta sore itu.

Teman - teman jika ada kesempatan untuk berkunjung ke Jakarta, jangan lewatkan untuk meluangkan waktu mengunjungi Kota Tua Jakarta, tempat yang dibangun VOC ini sangat menarik sekali untuk dikunjungi. Jangan lupa bawa uang lebih untuk kuliner atau menyewa sepeda onthel dan jangan lupa bawalah kamera untuk dokumentasi, agar kamu punya bukti kalau pernah kesana hahahha.
Read more

TATTOO


Walaupun aku sudah membaca buku berjudul TATO, tulisan Hatib Abdul Kadir Olong, namun sampai sekarang aku masih bingung memetakan kekuatan apa yang membuat aku sampai se'begitu senang dengan Tattoo. Aku ingat sekali Tattoo pertama ku, aku bikin tanggal 15 Agustus 2007, waktu itu kalo gak salah di kampus ada final futsal antar jurusan, dalam rangka memperingati hari kemerdekaan bangsa Indonesia.

Yang membuatkan tattoo pertama ku namanya mas Bendol, ceritanya sebelum hari pembuatan tattoo, aku datang ke Pondok Kelir, kemudian bertemu dengan beliau. Saat itu aku membawa tulisan Schizoprenic yang sudah di print di sebuah kertas. Aku memilih tulisan ini, karena ada kenangan mantap tentang nama ini, "hahahha". Schizoprenic adalah nama salah satu penyakit kejiwaan, yang katanya dalam diri seseorang pada suatu waktu yang tak'terduga kepribadian lainnya bisa keluar dan tanpa sadar mengendalikan kepribadian yang sudah ada, nah lebih jelasnya bisa nonton film yang diperankan oleh Jim Carrey judulnya Me, My self & Irene, di film itu ada kisahnya tuh!!. Selain Schizoprenic adalah nama band ku dulu, yang juga sampai saat ini, aku sulit untuk menjelaskan jenis aliran musik nya jika ada orang yang bertanya, "Yahh..sesuai dengan namanya kali yah, hahahha".

Ketika aku sudah memiliki satu Tattoo yang permanent ditangan kananku, mulai banyak pertanyaan yang terlintas dipikiranku, pertanyaan - pertanyaan itu bila aku ingat - ingat dan aku pikirkan lagi, sangat mengganggu dipikiranku. Aku gak tahu mungkin pertanyaan seperti ini juga dirasakan oleh teman - teman yang baru memiliki Tattoo pertama. Pertanyaanya kelasik sih, misalnya seperti ini, bagaimana dengan pekerjaan? kalo orang tua lihat apa tanggapan mereka ? apakah Tattoo dilarang agama ? apakah aku dicap sebagai orang jahat dimata masyarakat ?. yahh..kira - kira seperti itulah bentuk - bentuk pertanyaan yang melintas dibenakku. Jujur seiring waktu aku juga masih belum bisa menjawab pertanyaan - pertanyaan itu secara gamblang dan meyakinkan, namun yang herannya Tattoo dibadanku, seiring waktu terus bertambah dan aku enjoi menikmatinya, hahahha.

Pada dasarnya yang perlu kita pahami disini adalah alasan dasar kita mencintai sesuatu "Tattoo". Karena disaat kita berkomitmen memilih sesuatu untuk kita pilih dan kita cintai, maka sesuatu itu akan membawa kita pada petualangan yang luas diluar sana. Terkadang kita tidak sadar kita akan bertemu banyak hal yang kita tidak bayangkan akan kita jumpai. Setelah ada didalamnya kita akan dibentuk dewasa melalui segala konsekwensi yang ada.

Bagi saya, Tattoo bukanlah hal yang buruk, Tattoo adalah seni kreatifitasan grafis yang berpindah media rekam (kulit). Yang membuat Tattoo memiliki kesan buruk adalah dari prilaku penggunanya yang buruk dimata masyarakat, namun selama pemilik Tattoo santai dan berprilaku baik, segala sesuatu akan baik - baik saja, bahkan perlu kita ketahui, lebih banyak penjahat yang tidak bertattoo dan sangat kurang ngajar kelakuannya, sebut saja mereka para koruptor, yang bahkan tidak segan - segan mencabut nyawa orang banyak dengan gampang.
Hal lain juga adalah pada penilaian - penilaian dangkal masyarakat yang tidak didasarkan pengenalan mendalam tentang Tattoo. Toh pada dasarnya perbedaanya hanya orang bertattoo adalah orang yang memiliki gambar permanent di kulitnya, selain itu tidak ada perbedaan biologis dan psikologis signifikan antara manusia bertattoo dan manusia tidak bertattoo, semua sama saja, jadi kenapa harus dibedakan ?, naif sekali kalo orang bertattoo kemudian bedakan secara segmentit dalam masyarakat. Aku rasa itu adalah hasil pemikiran yang perlu diketawakan bersama.

Kesimpulannya adalah, mari menjadi individu yang saling menghargai hak orang lain, dan mari menjadi manusia yang menilai sesuatu setelah mengenal sesuatu dengan benar, agar tidak lahir lagi pemikiran - pemikiran dangkal yang justru akan merusak banyak hal. Kemudian marilah menjadi Individu yang mencintai sebuah bentukan baru dalam wacana keilmuan, seni dan kekreatifitasan. "hahahhaha"

Photo by Nongki Eva Dewa Masyitha
Read more

PELUKIS TIDAK MIRIP WAJAH DI MALIOBORO


Waktu itu sahabat saya Kehed dan Rika dari Jakarta, datang berkunjung ke Jogjakarta untuk suatu keperluan tertentu. Singkat kata kemudian kami bertemu, waktu itu juga ada Mukre, Seto, Rika, Kehed dan saya, bersama sejenak jalan - jalan menikmati keindahan kota Jogjakarta dimalam hari. Saat perut terasa lapar kami mampir disebuah warung lesehan yang ada di jalan Malioboro. Kemudian kami memesan makanan, saat makanan sudah terhidangkan kamipun langsung menyantapnya. Sambil asik makan tiba - tiba datang seseorang menawarkan jasa melukis wajah kepada kami, awal nya kami menolak, namun karena kelihatannya asik salah satu teman akhirnya mau untuk dilukis wajahnya.

Dengan senang hati pelukis wajah itu langsung mengeluarkan alat - alat nya dan mempersiapkannya. Usai kami makan sahabat saya Rika siap dilukis wajahnya, dengan serius sangpelukis wajah terus - menerus memperhatikan wajah sahabat saya itu, goresan demi goresanpun mulai memenuhi selembar kertas putih yang ada ditanganya, pelan demi pelan sketsa wajah mulai terbentuk. Sekitar 30 menitan lukisanpun akhirnya jadi, "Haaa ???" itulah ungkapan pertama saya dalam hati ketika melihat lukisan yang baru jadi itu, sambil bisik - bisik kamipun saling bertanya "kok ga mirip yah..?? ini mukanya siapa ??". Aku rasa sang pelukis wajah itu juga tau apa yang kami pikirkan, karena kami tampak kasak - kusuk melihat lukisan itu.

Kesimpulannya lukisan itu tidak mirip sama wajah orang yang dilukis, "hahahhah". Memang sih sebelum pelukis itu mulai melukis, beliau sudah memberi pesan kepada kami, jika lukisannya tidak mirip, maka kami bebas untuk tidak membayar, tapi kamipun tidak tega melakukan itu, akhirnya kami tetap membayar Rp.40.000,- kepadanya.

Dijalan saat mengantar Rika dan Kehed pulang ke Hotel mereka yang ada di jalan Sosrowijayan, sepanjang jalan kami tertawa terbahak - bahak, sambil satu - satu dari kami saling oper memandangi lukisan itu, "hahhahha.. ini lukisan campuran kali dari muka kita semua, hahahhha", wah macam - macam deh komentar yang keluar dari mulut kami, yang jelas lukisan dan pelukis nya jadi bahan lawakan kita malam itu, "hahahhaha".

Maaf bapak pelukis, teman - teman saya memang kayak gitu, harap maklum yah, "hahahhaha". Buat teman - teman yang berminat dilukis wajahnya, sarannya adalah, pilihlah pelukis yang baru saja menyelesaikan lukisan wajah orang lain yang ada didekat kita, misalnya kita ada diwarung makan lesehan kayak di Malioboro, dengan begitu, kita bisa melihat perbandingan antara lukisan dan wajah orang itu, jika mirip, keahliannya tidak perlu diragukan lagi, jika tidak maka nasib naas yang menimpa teman saya juga akan menimpa anda, hahahhaha.
Read more

TANAH BERUBAH MENJADI MANGGA


Ini adalah kisah semasa aku kecil, yang bagi aku kisah ini adalah kisah ajaib, lucu dan hahahhahha... Kisahnya seperti ini, sayang nya aku lupa, kapan persis kejadian itu terjadi.
Oke ceritanya begini, suatu ketika Ibuku pulang kekampung halamannya di Poso, Sulawesi Tengah, untuk suatu keperluan tertentu. Singkat cerita usai menyelesaikan segala hal disana, beliau segera pulang ke rumah di Palu, dari sekian banyak barang yang dibawa, salah satunya adalah sebuah kardus yang berisi tanah, katanya sih tanah dikampung lebih subur dan alami, jadi cocok buat tanam - tanaman, yahh maklumlah ibu - ibu.

Sekitar tujuh jam perjalanan dari Poso ke Palu, sudah ditempuhnya, dengan menumpangi kendaran Bus sampai diterminal, kemudian lanjut Angkot, dan sampailah beliau dirumah. Semua barang diturunkan dari Angkot dan dibawa masuk kerumah. Sekitar beberapa saat setelah beristirahat dan telah membersihkan badan, ibuku kemudian tidak sabar hendak segera membuka kardus berisi tanah itu, "uitttss.. gak sabar pengen bercocok tanam ria nih kayaknya, hahahha..". Nah ini dia nih..!! Namun setelah dibuka "WoWww..Mejikk!!" Kardus yang berisi tanah itu, ternyata setelah dibuka isinya bukan lagi tanah tapi berubah menjadi beberapa buah mangga. Melihat kejadian ini ibuku langsung heran, "kenapa bisa ya ?"..

Hahahha..hahah, keajaiban ini, sebenarnya bagi kami bukanlah hal yang cukup menjadi pikiran panjang, karena setelah menemukan, kardus isi tanah kini berganti kardus isi mangga, kami justru senang menikmatinya. Namun gak kebayang orang yang dengan senang hati ingin membawakan oleh - oleh mangga kepada keluarganya, namun setelah dibuka ternyata isinya tanah, waduhhh.. ga kebayang dah bagaimana jadinya, hahahhaha...hahahha...bisa - bisa diceraikan istrinya kali yah.."ampunnn maa..tadi itu papa bawa mangga kok..benerannn, ga tau nih kenapa bisa jadi tanah..karena kepanansan kali lama di bagasi Bus kali ma..ampunnnn". Apa lagi istrinya sedang ngidam mangga kampung halaman mertua, hahahhahha... Waduh apes banget itu orang. gak tau juga tu'kardus ketuker dimana, hahahahhah!!!..

Kepada pemilik kardus isi mangga yang ketukan jadi kardus isi tanah, saya mewakili ibu saya, minta maaf yah, hehehheh, makasih lo mangga nya, semoga tanah yang ada sama bapak atau ibu, bisa buat tanam - tanam, ataua tanam mangga hehheh... Pisss

Nahh..ini dia, saran aku kepada teman - teman yang misalnya suatu saat berkesempatan pulang kampung, bawalah tanah dari kampung halaman, siapa tau sampai dikos atau dirumah tanah yang kalian bawa berubah juga menjadi mangga, atau bukan hanya mangga saja, mungkin bisa apel, jambu, rambutan atau apa saja, kan lumayan buat seger - seger, hahhahahahha. Selamat mencoba.

Foto nyari di Google, banyak, hahhahha
Read more